Rabu, 05 Desember 2012

Penjelasan Tentang Sperma Dalam Hadits Nabi


Nabi SAW Bersabda :

“(Manusia diciptakan) dari segala sesuatu yang diciptakan dari sperma laki-laki dan ovum perempuan.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya.
Fakta ilmiah yang merupakan bagian inti dari ilmu embriologi dan baru diketahui prinsip-prinsip prematurnya pada akhir abad ke-18 serta memakan waktu dua abad lebih untuk mengendap di alam sanubari para ilmuan embriologi ini  telah dibicarakan oleh Rasulullah dengan cukup detail, ilmiah, menyeluruh, dan holistic sejak awal abad ke-7  M atau sepuluh abad lebih awal sebelum diketahui oleh disiplin ilmu manusia.
Bahkan hingga akhir abad ke-18 masih banyak orang-orang yang mempercayai bahwa tubuh manusia yang teramat sangat kecil tercipta sepenuhnya dari darah haidh. Setelah ditemukannya adanya sl telur (ovum) perempuan, mereka berpendapat bahwa manusia sepenuhnya tercipta di dalam sel telur seperti anak ayam yang tercipta di dalam telurnya. Akan tetapi, setelah diketemukannya spermatozoa, mereka pun berubah pendapat, bahwa janin sepenuhnya tercipta di kepala spermatozoa itu, meskipun ia teramat sangat kecil.
Perdebatan antara pendukung pendapat-pendapat yang salah ini abru berakhir pada akhir abad ke-18, ketika terungkap peran penting masing-masing sel telur dan spermatozoa dalam proses pembentukan sel telur yang dibuahi yang menjadi tempat tumbuhnya embrio. Itupun harus menunggu lama sekali, akrena pendapat ini baru disetujui secara aklamatif pada akhir abad ke-19
Pada abad ke-20 para pakar embriologi berhasi membuktikan bahwa diantara jutaan sperma laki-laki (spermatozoa) yang keluar dalam waktu yang sama (dalam satu pertikel) tidak semuanya dapat mencapai dinding Rahim, melainkan hanya intisarinya saja yang berjumlah tidak lebih dari 500. Dan hanya satu di antara kelima ratus spermatozoa ini yang hisa menembus ovum. Lalu terjadilah pembuahan ovum dan terbentuklah apa yang disebut dalam Al-Qur’an dengan bahasa nuthfah amsyaj (sperma yang bercampur). Dan sel telur merupakan bagian dari air perempuan. Dari sini terlihat jelas satu kilauan kemukjizatan ilmiah dalam sabda Nabi: tidaklah dari sembarang air seorang anak tercipta. Hal ini semakin dikuatkan dengan firman Allah.
Allah Berfirman :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ [٢٣:١٢]ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ [٢٣:١٣]ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ [٢٣:١٤]

Artinya :
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (Al-Mu’minuun:12-14)
Allah berfirman :
هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا [٧٦:١]إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا [٧٦:٢]
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (Al-Insaan:1-2)
Allah Berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ [٤٩:١٣]


Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al-Hujuraat:13)
Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا [٢٢:٥]

Artinya:
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, (Al-Hajj:5)

Sumber:  Prof. DR. Zaghlul An-Najjar, SAINS DALAM HADIS ( Mengungkap Fakta Ilmiah dari Kemukjizatan Hadis Nabi), (Jakarta: AMZAH, 2011).

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes